Ketua DKPP Dorong Sosialisasi Pemilu Sejak Sekolah Dasar
Jakarta, DKPP - Pemilu bukan ajang perebutan kekuasaan, itu adalah
paradigma yang salah. Pemilu adalah perebutan kepercayaan dari rakyat. Hal itu
disampaikan Ketua DKPP Dr. Harjono saat menerima audiensi dari Koalisi Pemantau
Pemilu (KP2), Selasa (2/4/2019) di Ruang Rapat DKPP, Jakarta.
βSehingga sosialisasi pemilu seharusnya tidak saat menjadi partai
politik. Sosialisasi pemilu harus sadar kalau kita memiliki pemilu yang lintas
SARA, dimulai sejak SD. Kita biasa berbeda, namun perbedaan jangan dibuat
sebagai sesuatu yang memisahkan,β jelas Harjono.
βKita bicara pemilu seolah urusan orang dewasa. Dari awal yang
akan menjadi orang dewasa itu anak Sekolah Dasar. Sehingga sejak Sekolah Dasar
harus berbicara bagaimana berdemokrasi. Oleh karena itu pendidikan kita yang
antarbangsa ini jelas,β imbuhnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegembiraan penting untuk dibangun dalam
pendidikan pemilu dan bukan kebencian. Selanjutnya, untuk membangun pemilu ia
menegaskan tidak harus duduk di KPU dan Bawaslu, karena dapat berganti.
βUntuk membangun pemilu tidak harus duduk di KPU dan Bawaslu. KPU
dan Bawaslu dapat berganti. Membangun demokrasi tidak bergantung pada saya
Harjono, pada Arief Budiman dan Abhan namun ini adalah tanggungjawab bersama.
Oleh karena, itu mari kontrol dengan kewenangan kita apakah jurdil dan adil itu
terjadi atau tidak,β jelasnya kepada pengurus KP2.
Dalam pertemuan dengan lima lembaga pemantau yakni Pijar Keadilan
(PK), Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Himpunan Insan Pers Seluruh
Indonesia (HIPSI), Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (APKAN) dan Biro
Bantuan Hukum USU (BBHUSU) yang tergabung dalam Koalisi Pemantau Pemilu (KP2)
tersebut, Harjono juga menjelaskan posisi DKPP.
βDKPP sebetulnya tugasnya sederhana. Kalau ada orang mengadu persoalan yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu (Bawaslu dan KPU) lalu menyebabkan merosotnya kepercayaan kepada KPU dan Bawaslu, bilang kepada kita. Mengadu dulu, nanti kita periksa. Jadi itu, kira-kira paradigma pemilu di situ kita berada,β tutupnya. (Irmawanti)
